Minggu, 17 Februari 2013

cerita teater boneka di wasington

Tiga ratus kursi di Kennedy Center Millenium Stage sudah ludes sejak tiket Papermoon Puppet Theatre diumumkan resmi penyelenggara pertunjukan, NEFA (New England Foundation for the Art), kepada publik. Kennedy Center--gedung pertunjukan paling bergengsi di Washington DC--pada Sabtu malam, 8 September 2012, banjir pencinta seni boneka dan teater se-Washington DC.

Di jantung ibu kota Amerika Serikat ini, teater boneka asal Yogyakarta bernama Papermoon Puppet Theatre tampil memukau publik Amerika. Decak kagum dan tepuk tangan membahana tak henti dari para hadirin pada penampilan perdana mereka malam itu.

Drama teaterikal boneka yang digagas pasangan muda seniman teater Indonesia, Maria Tri Sulistyanti dan Iwan Effendi, berkisah tentang sejarah gelap Indonesia 1965. Pasca-30 September, penculikan dan pembunuhan tanpa pengadilan terjadi hampir di semua tempat di Indonesia.

Sejarah gelap ini kemudian menjadi tema sentral alur cerita Papermoon Puppet Theatre yang bertajuk "Mwahtirika". Mwahtirika yang dalam bahasa Swahili berarti "korban". Memotret secara sederhana, cerdas, dan kritis tentang korban ketidakadilan yang terjadi di Indonesia di era tahun 1965.

Terinspirasi dari kisah nyata di Indonesia, Mwahtirika tampil dengan kisah drama sendu keluarga kecil boneka. Baba, sang ayah yang menjadi orang tua tunggal yang sederhana dan rendah hati; Moyo, anak sulungnya yang berusia 10 tahun yang peduli pada keluarga; dan Tupu, si bungsu yang berusia 4 tahun yang selalu merasa bahagia dengan tiupan peluitnya yang makin lama makin lemah.

Sang ayah ditangkap dan tak pernah kembali setelah dibawa pergi oleh serdadu bersenjata hanya karena sebuah balon merah yang tak sengaja ditinggalkan di depan rumah. Moyo pergi mencari sang ayah. Sayangnya, ia pun hilang dan tak pernah kembali. Tupu yang malang tertinggal sendirian, yang kemudian ditelan kesunyian, hilang tanpa pesan entah ke mana.

Plot cerita teater boneka tanpa percakapan verbal antar-tokoh-tokohnya berhasil menyampaikan pesan pada publik Amerika tentang penangkapan dan eksekusi tanpa pengadilan yang menghancurkan sebuah keluarga tanpa sisa pasca-penumpasan Gerakan 30 September 1965 di Indonesia.

Tanpa perlu berkata-kata, Mwahtirika berhasil membawa kisah sejarah kelam Indonesia yang memilukan pada dunia tanpa harus menghakimi dan menggurui penonton. Alur cerita yang cerdas ditambah tata cahaya, suara, dan dekorasi panggung yang sempurna membuat drama Papermoon Puppet Theatre ini tampil indah berkilau di mata penikmat seni teater di Washington DC. Apalagi untuk publik Amerika yang belum pernah mendengar nama Indonesia dan sejarah kelamnya.

Papermoon Puppet Theatre, teater boneka asal Yogyakarta, berhasil menjadi teater kelas dunia yang memperkenalkan Indonesia secara jujur, indah, dan cerdas pada publik Amerika.

Selain berpentas di Washington DC, Papermoon Puppet Theatre yang hadir di Amerika atas undangan pemerintah Amerika Serikat juga akan manggung di enam kota lainnya hingga awal Oktober 2012, yaitu di Easton (Philadelphia), Huntingdon (Philadelphia), Lewisburg (Philadelphia), West Liberty (Indiana), Providence (Rhode Islands), dan New York.

cara membuat boneka jari

Cara Membuat Boneka Jari dari Kain Flanel





Mendongeng untuk anak SD, harus dilakukan oleh seorang guru SD. Tapi sering kali, dongeng yang disajikan oleh guru kurang menarik bagi siswa. Dan hal itu membuat anak merasa bosan dan tidak tahu alur cerita yang dibawakan oleh guru. Untuk mengantisipasi hal tersebut, guru dapat menggunakan media yang menarik bagi siswa, salah satunya dengan menggunakan boneka jari. Guru dapat membuat sendiri boneka jari sesuai dengan tokoh-tokoh yang akan menjadi peran dalam dongeng. Adapun cara untuk membuat boneka jari sebagai berikut:
1. Bahan yang dibutuhkan:
- kain flanel
- jarum dan benang, untuk menjahit
- kapas / dakron
- gunting
- lem
2. Langkah-langkahnya:
- Buat pola pada gambar yang akan dibentuk, buat dua pola untuk depan dan belakang
- Gunting pola yang telah dibentuk,
- Jahit pola yang telah dibuat, tapi sisakan tempat untuk memansukkan dakron sebagai isi
- Masukkan dakron, dan tutup jahitan yang belum tertutup
- Bentuk aplikasi seperti mata, hidung, dll, dengan menjahit membentuk, atau menggunakan kain flanel dan direkatkan dengan lem
- Buat tempat untuk jari di belakang boneka yang telah jadi,
- Dan boneka jari siap untuk diperankan.

WAYANG

Wayang adalah seni pertunjukkan asli Indonesia yang berkembang pesat di Pulau Jawa dan Bali. Selain itu beberapa daerah seperti Sumatera dan Semenanjung Malaya juga memiliki beberapa budaya wayang yang terpengaruh oleh kebudayaan Jawa dan Hindu.
UNESCO, lembaga yang membawahi kebudayaan dari PBB, pada 7 November 2003 menetapkan wayang sebagai pertunjukkan bayangan boneka tersohor dari Indonesia, sebuah warisan mahakarya dunia yang tak ternilai dalam seni bertutur (Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity).
Sebenarnya, pertunjukan boneka tak hanya ada di Indonesia karena banyak pula negara lain yang memiliki pertunjukan boneka. Namun pertunjukan bayangan boneka (Wayang) di Indonesia memiliki gaya tutur dan keunikan tersendiri, yang merupakan mahakarya asli dari Indonesia. Untuk itulah UNESCO memasukannya ke dalam Daftar Representatif Budaya Takbenda Warisan Manusia pada tahun 2003.
Tak ada bukti yang menunjukkan wayang telah ada sebelum agama Hindu menyebar di Asia Selatan. Diperkirakan seni pertunjukan dibawa masuk oleh pedagang India. Namun demikian, kejeniusan lokal dan kebudayaan yang ada sebelum masuknya Hindu menyatu dengan perkembangan seni pertunjukan yang masuk memberi warna tersendiri pada seni pertunjukan di Indonesia. Sampai saat ini, catatan awal yang bisa didapat tentang pertunjukan wayang berasal dari Prasasti Balitung di Abad ke 4 yang berbunyi si Galigi mawayang
Ketika agama Hindu masuk ke Indonesia dan menyesuaikan kebudayaan yang sudah ada, seni pertunjukan ini menjadi media efektif menyebarkan agama Hindu. Pertunjukan wayang menggunakan cerita Ramayana dan Mahabharata.
Demikian juga saat masuknya Islam, ketika pertunjukan yang menampilkan “Tuhan” atau “Dewa” dalam wujud manusia dilarang, munculah boneka wayang yang terbuat dari kulit sapi, dimana saat pertunjukan yang ditonton hanyalah bayangannya saja. Wayang inilah yang sekarang kita kenal sebagai wayang kulit. Untuk menyebarkan Islam, berkembang juga wayang Sadat yang memperkenalkan nilai-nilai Islam.
Ketika misionaris Katolik, Pastor Timotheus L. Wignyosubroto, SJ pada tahun 1960 dalam misinya menyebarkan agama Katolik, ia mengembangkan Wayang Wahyu, yang sumber ceritanya berasal dari Alkitab.

Daftar isi

Jenis-jenis wayang menurut bahan pembuatan

Wayang Kulit

Wayang Kayu

  1. Wayang Golek/Wayang Thengul
  2. Wayang Menak
  3. Wayang Papak/Wayang Cepak
  4. Wayang Klithik
  5. Wayang Timplong
  6. Wayang Potehi

Wayang Orang

  1. Wayang Gung
  2. Wayang Topeng

Wayang Rumput

Jenis-jenis wayang menurut asal daerah

Beberapa seni budaya wayang selain menggunakan bahasa Jawa, bahasa Sunda, dan bahasa Bali juga ada yang menggunakan bahasa Melayu lokal seperti bahasa Betawi, bahasa Palembang, dan bahasa Banjar. Beberapa diantaranya antara lain:

ASAL USUL BARBIE

Berikut ini adalah versi lain tentang asal usul Barbie :


Barbie, boneka yang terkenal dan banyak disukai di seluruh dunia ini merupakan icon feminitas di Amerika. Boneka yang mempunyai umur terpanjang dalam penjualan sejak pertama kali diciptakan. Namun, di sebuah desa kecil di Bavaria – Jerman, tidak akan ada kebanggaan terhadap boneka ini, yang ada hanyalah kepahitan dan penyesalan.

Barbie’s secret history, yang selama ini tidak pernah diakui tentang keberadaan Rolf Hausser, dimana dia dikhianati sejarah. Cerita tentang kenaifan kota kecil dalam perlawanan terhadap industry besar. Terlepas dari semua itu, ini tentunya cerita tragedi seorang yang sudah tua, yang namanya dihapus dari sejarah Barbie, dimana tidak banyak orang yang mengetahui dialah pencipta boneka Barbie.

Pada 1952, Lili terlahir sebagai karakter kartun di surat kabar Jerman bernama Bild Zeitung. Pada tahun 1955 terinspirasi oleh karakter kartun tersebut, kartunisnya (Beuthin) memiliki ide untuk menjadikan Lili sebagai boneka. Setelah menemukan pembuat boneka yang tepat, Rolf bersama saudaranya Kurt dengan perusahaan mereka O&M Hausser, akhirnya mereka mengkreasikan boneka perempuan dewasa yang tidak lazim pada jamannya. Sejak peluncurannya ke pasar pada 12 Agustus 1955, Lili mengalami kesuksesan luar biasa.

Pada tahun 1956, pebisnis wanita bernama Ruth Handler bersama suami dan kedua anaknya berkunjung ke Lucerne, di Switzerland. Ruth dan suaminya sendiri (Elliot) adalah pemilik Mattel, perusahaan manufaktur boneka di Amerika. Pada liburannya, dia tertarik melihat boneka wanita dewasa, Lili. Pada jaman tersebut boneka lazimnya hanyalah yang imut dan lucu dengan model bayi, melihat boneka tersebut dia membelinya dan membawa pulang (ya iyalah bawa pulang, emank mau dibawa kemana lagi?).

Setelahnya dia mengirimkan dua karyawannya ke Jepang membawa boneka Lili untuk mencarikan perusahaan manufaktur yang bisa membuatkan boneka serupa. Boneka Barbie pada khirnya sukses di dunia, namun sejarahnya tidak.

Singkatnya, setelah mengetahui Lili ditiru, Rolf hanya bisa menjual patennya ke Mattel dengan perasaan kecewa. Setelah beberapa saat dia menjual paten Lili ke Mattel, O&M Hausser kemudian mengalami kerugian dan kebangkrutan. Dunia tetap tahu Barbie diciptakan oleh Mattel, nama Barbie diambil dari nama anak Ruth Handler. Walaupun Mattel menjelaskan ke dunia bahwa Barbie kreasi dari Ruth Handler, namun tampak jelas Barbie dan Lili adalah identik.